BER-TEPI-LAH
Ketika semuanya telah
berada diujung batas kendaliku, naluri ini berkata “habiskanlah waktu yang
tersisa hanya untuk bersamanya walau kau tak menginginkannya”. Hingga akhir itu
telah benar datang kau akan mengerti betapa kau telah melewati waktu perpisahan
dengan penuh kepastian. Terbesit semuanya tak akan pernah terjadi sampai sejauh
ini, tapi berakhir dengan kesunyian yang begitu mengganggu kekalutan hati ini. Dan
entah apalagi yang harus ku perbuat dalam menyikapi tragedi cinta yang tak kunjung
usang ini. Yang aku lakukan semuanya salah di matamu karena aku ingin itu, saat
aku berusaha untuk menutupi kau yang membuka, aku memulai kau yang mengakhiri,
kau berjanji dan kau yang berlari, lalu kau
anggap apa aku ini?. Tetapi yang pasti saat aku pergi aku tak akan kembali. Aku
akan buktikan padamu apa arti perpisahan sesungguhnya. Karena aku tak pernah
terima diperlakukan seperti ini, terombang ambing oleh ombak cinta yang telah
kau kendalikan. Aku bukan Pelayan-mu yang siap memberikan kepuasan yang kau
inginkan dan aku bukan Raja-mu yang siap kau nikmati setiap waktu. Aku hanya
ingin hubungan ini kejalan yang lebih adil. Kejalan yang kita inginkan bukan
jalan dari aku dan bukan juga jalan dari kamu tapi jalan kita. Dan bukan pula
bualan bualan manis yang tak nyata dari mulutmu yang membuat semua orang
terkecoh dengan tipu muslihat itu. Kau mungkin bangga dengan apa yang telah kau
lakukan tapi lihatlah aku, aku tidak pernah takut untuk melawanmu karena aku
tau yang kau lakukan adalah salah. Salah untuk mencintai dan salah untuk
dicintai.
Berikanlah aku waktu
untuk membuktikan kalau semua ini nyata, kalau ini salah dan sudah terlalu jauh
dan semakin jauh. Aku letakan ketulusan hati yang telah kita ikrarkan bersama.
Untuk saling mencintai, mengasihi dan mengerti. Mencintai siang dan malam,
mengasihi dalam suka dan duka, mengerti dalam kesedihan. Sampai kau mengubah
semuanya menjadi arus yang kau inginkan bukan arus kita lagi. Sampai akhirnya
kau tak pernah sadar, kalau kutukan jari itu menghilangkan keinginan ku untuk
memilikimu.
Aku terpejam menemui
bintang bintang yang membawa kejurang kepedihan. Yang hanya memberikan terang
saat-saat malam hingga aku lupa akan hadirnya siang. And I can’t sleep.
Kepedihan itulah yang aku rasakan sampai saat ini. Tak kan pernah rela
terlupakan olehku, bintang mana yang telah membuatku jatuh kejurang kepedihan
yang dahulu pernah ada. Akan tetapi, semua itu telah aku kunci dalam lemari
perasaan yang teramat pedih yang aku sendiripun enggan membukanya.
Ingin sekali rasanya
bicara dari hati kehati untuk tidak saling maki. Menyadarkannya dengan secarik
harapan bahwa aku akan membahagiakannya. Membuat asmara ini abadi seperti
sungai yang memberikan kehidupan kepada ikan. Menghirup udara segar dibawah
pohon yang kita inginkan bagai burung yang sedang memadu kasih. Semuanya itu
ada dalam benak ini tapi melihat tingkahmu, sifatmu, naifmu, dan matamu membuat
semuanya terpecah berkeping-keping sampai aku bingung harus mulai dari mana?.
Everything is gone and I lost my control. Hingga aku tak bisa berbuat apa-apa. Sampailah
pada titik samar yang merisaukan hati tapi betapapun keras ombak itu menerjangku,
aku akan tetap menjadi seperti apanya aku bukan menjadi boneka yang engkau
inginkan. Kau begitu naif telah melewati gugusan pulau yang begitu dalam dan
jauh untuk hal yang serupa ini dan hanya untuk merubah aku menjadi seperti yang
kau mau ??? Haa’ semua itu belum sebanding dengan apa yang telah kulalui selama
bertahun tahun hidup dalam cinta kelam yang kujalani, aku tau wanita seperti
kamu itu enaknya diapain? Kamu yang egois, banyak omong, ngerepotin, enggak
sabaran, dan selalu salah di mataku. Untuk hal sekecil apapun kau tak akan
pernah menang. Karena kau telah membuat kesalahan besar yang tak akan
tercampakan hingga hati kecilku pun tak mampu tuk bernyanyi. Yang kau butuhkan
hanyalah seorang figur yang bisa mengerti keinginanmu dan harapanmu saja dan
itu bukan aku. Kau hanya akan merasa puas dan senang apabila permainan yang
telah kau susun dengan rapi, yang telah kau balut dengan ratusan drama evil-mu
akan tetapi semuanya itu worst disisiku hingga membuat kau rendah dimataku
dengan tingkahmu sendiri, yang berharap bisa menggoncang duniaku. Jangankan
duniaku jari ini tak kan berpindah sampai kapanpun asal kau tau.
Setelah semuanya telah
nampak di nirwanaku untuk menenggelamkanmu dalam penjara kasih yang terdalam,
yang tak akan pernah muncul dipermukaan menjadikan semuanya akan berakhir dan
tak akan bertepi sampai diri ini menutup mata. Keangkuhan yang kau miliki telah
kau biarkan berjalan melalui jebakan nirwana kehidupan duniaku. Ketidakpastian
yang kujalani dalam menjalin hubungan denganmu menjadikan seorang pribadi yang
akan kuat menghapadi orang sepertimu. Terdiam dalam anganku untuk menggapai
bintang yang tak pernah tercapai dalam malammu, sekali lagi mengajarkanku
betapa butuh kesabaran yang tinggi dalam memendam keinginan kita. Tertinggal
untuk sejenak melepaskan semuanya di tengah keributan deru ombak yang
menerpakan airnya di tepian sehingga semuanya bersatupadu dengan batu, pair dan
sekaligus berhamburan seperti layaknya kita sekarang